Biography of Famous People

William James

The writings of psychologist and philosopher William James had a major impact on the way we look at the mind, the body and the world.

Synopsis

William James was born in New York City on January 11, 1842, into an intellectual household; his father was a philosopher and his brother, Henry James, grew up to become a renowed novelist. After medical school, James focused on the human psyche, writing a masterwork on the subject, entitled The Principles of Psychology. He later became known for the literary piece The Will to Believe and Other Essays in Popular Philosophy, which was published in 1897. James died on August 26, 1910, in Chocorua, New Hampshire.

Early Life

Born in New York City on January 11, 1842, William James was a leading American psychologist and philosopher in the late 19th and early 20th centuries. He was oldest of five children. His younger brother, Henry James, would find fame as a novelist and writer. The James children were educated by tutors in New York City and in Europe.

Early on, James aspired to be either an artist or a scientist. He studied painting with William Morris Hunt while the family was living in Newport, Rhode Island, around 1858, but he eventually chose a different path for his life. In 1861, James enrolled at the Lawrence Scientific School, where he delved into such topics as chemistry and physiology. He went on to study at Harvard Medical School in 1864. The following year, James took a break from his education to join Louis Agassiz’s expedition to the Amazon basin. He also spent time in Germany in 1867 to recuperate from some health woes, including back pain, sight problems and depression.

After earning his medical degree in 1869, James decided not to practice medicine. He eventually became a lecturer at Harvard University. Initially a lecturer in physiology, James went to teach psychology and philosophy.

Major Works

In 1880, James was hired to write a book on the emerging field of psychology. He took ten years to write one of the early primers on the subject, The Principles of Psychology (1890). The book influenced such other leading thinkers as Bertrand Russell and John Dewey.

James became more interested in philosophical issues as his career progressed. In 1902, he published The Varieties of Religious Experience, which is considered to be another one of his leading works. Pragmatism (1907) further explored his philosophical beliefs.

A Pluralistic Universe (1909) proved to be his last major work to be published during his lifetime. The following year, he went to his family’s summer home in Chocorua, New Hampshire. There he died of heart failure on August 26, 1910.

Personal Life

James married Alice Howe Gibbens in 1878. The couple had five children together—Henry, William, Herman, Margaret Mary and Alexander. James was devastated when he and his wife lost their son Herman to complications from whooping cough at the age of 2.

Google Translate

William James

Tulisan-tulisan psikolog dan filsuf William James memiliki dampak besar pada cara kita memandang pikiran, tubuh dan dunia.

Ringkasan

William James lahir di New York City pada tanggal 11 Januari 1842, menjadi rumah tangga intelektual; Ayahnya adalah seorang filsuf dan saudaranya, Henry James, tumbuh menjadi novelis yang baru lahir. Setelah sekolah kedokteran, James memusatkan perhatian pada jiwa manusia, menulis sebuah karya seni mengenai subjek, berjudul The Principles of Psychology. Dia kemudian dikenal karena karya sastra The Will to Believe and Essays in Other Philosophy, yang diterbitkan pada tahun 1897. James meninggal pada tanggal 26 Agustus 1910, di Chocorua, New Hampshire.

Masa muda

Lahir di New York City pada tanggal 11 Januari 1842, William James adalah seorang psikolog Amerika terkemuka dan filsuf di akhir abad 19 dan awal abad ke-20. Dia adalah anak tertua dari lima bersaudara. Adik laki-lakinya, Henry James, akan ketenaran sebagai novelis dan penulis. Anak-anak James dididik oleh tutor di New York City dan di Eropa.

Sejak awal, James bercita-cita menjadi seniman atau ilmuwan. Dia belajar melukis dengan William Morris Hunt saat keluarga tersebut tinggal di Newport, Rhode Island, sekitar tahun 1858, namun akhirnya dia memilih jalan yang berbeda untuk hidupnya. Pada tahun 1861, James mendaftarkan diri di Lawrence Scientific School, di mana dia mempelajari topik-topik seperti kimia dan fisiologi. Dia melanjutkan studi di Harvard Medical School pada tahun 1864. Tahun berikutnya, James beristirahat sejenak dari pendidikannya untuk mengikuti ekspedisi Louis Agassiz ke lembah Amazon. Dia juga menghabiskan waktu di Jerman pada tahun 1867 untuk memulihkan diri dari beberapa kesengsaraan kesehatan, termasuk sakit punggung, masalah penglihatan dan depresi.

Setelah mendapatkan gelar medisnya pada tahun 1869, James memutuskan untuk tidak mempraktikkan pengobatan. Ia akhirnya menjadi dosen di Harvard University. Awalnya dosen fisiologi, James pun mengajar psikologi dan filsafat.

Pekerjaan Utama

Pada tahun 1880, James dipekerjakan untuk menulis buku tentang bidang psikologi yang sedang berkembang. Dia mengambil sepuluh tahun untuk menulis salah satu primer awal tentang masalah ini, The Principles of Psychology (1890). Buku ini memengaruhi pemikir terkemuka lainnya seperti Bertrand Russell dan John Dewey.

James menjadi lebih tertarik pada isu-isu filosofis saat karirnya berkembang. Pada tahun 1902, ia menerbitkan The Varieties of Religious Experience, yang dianggap sebagai salah satu karya utamanya. Pragmatisme (1907) lebih jauh mengeksplorasi keyakinan filosofisnya.

Semangat Pluralistik (1909) terbukti menjadi karya besar terakhirnya yang akan diterbitkan selama masa hidupnya. Tahun berikutnya, dia pergi ke rumah musim panas keluarganya di Chocorua, New Hampshire. Di sana ia meninggal karena gagal jantung pada tanggal 26 Agustus 1910.

Kehidupan pribadi

James menikahi Alice Howe Gibbens pada tahun 1878. Pasangan itu memiliki lima anak bersama-sama – Henry, William, Herman, Margaret Mary dan Alexander. James hancur saat ia dan istrinya kehilangan putra mereka Herman akibat komplikasi batuk rejan pada usia 2 tahun.

Proofread Result

William James

Tulisan-tulisan psikolog dan filsuf William James memiliki dampak besar pada cara kita memandang pikiran, tubuh dan dunia.

Sinopsis

William James lahir di New York City pada tanggal 11 Januari 1842, termasuk dalam keluarga intelektual; ayahnya merupakan seorang filsuf dan saudara kandungnya, Henry James, tumbuh menjadi seorang novelis terkenal. Setelah sekolah kedokteran, James memutuskan diri pada kejiawaan manusia, menulis sebuah karya seni dalam bidang tersebut, berjudul The Principles of Psychology. Dia kemudian dikenal karena karya sastra The Will to Believe and Essays in Other Philosophy, yang diterbitkan pada tahun 1897. James meninggal pada tanggal 26 Agustus 1910, di Chocorua, New Hampshire.

Masa muda

Lahir di New York City pada tanggal 11 Januari 1842, William James adalah seorang psikolog terkemuka di Amerika dan filsuf di akhir abad 19 dan awal abad ke-20. Dia adalah anak tertua dari lima bersaudara. Adik laki-lakinya, Henry James, terkenal sebagai novelis dan penulis. James bersaudara dididik oleh tutor di New York City dan di Eropa.

Sejak awal, James bercita-cita menjadi seniman atau ilmuwan. Dia belajar melukis dengan William Morris Hunt saat keluarga tersebut tinggal di Newport, Rhode Island, sekitar tahun 1858, namun akhirnya dia memilih jalan yang berbeda untuk hidupnya.

Pada tahun 1861, James mendaftarkan diri di Lawrence Scientific School, di mana dia mempelajari beberapa topik seperti kimia dan fisiologi. Dia melanjutkan studi di Harvard Medical School pada tahun 1864. Tahun berikutnya, James beristirahat sejenak dari pendidikannya untuk mengikuti ekspedisi Louis Agassiz ke lembah Amazon. Dia juga menghabiskan waktu di Jerman pada tahun 1867 untuk memulihkan diri dari beberapa gangguan kesehatan, termasuk sakit punggung, masalah penglihatan dan depresi.

Setelah mendapatkan gelar medisnya pada tahun 1869, James memutuskan untuk tidak mempraktikkan pengobatan. Ia akhirnya menjadi dosen di Harvard University. Awalnya ia merupakan dosen fisiologi, James pun merambah dengan mengajar psikologi dan filsafat.

Pekerjaan Utama

Pada tahun 1880, James dipekerjakan untuk menulis buku tentang bidang psikologi yang sedang berkembang. Dia menghabiskan sepuluh tahun untuk menulis salah satu awal primer tentang masalah ini, The Principles of Psychology (1890). Buku ini memengaruhi pemikir terkemuka lainnya seperti Bertrand Russell dan John Dewey.

James menjadi lebih tertarik pada isu-isu filosofis saat karirnya berkembang. Pada tahun 1902, ia menerbitkan The Varieties of Religious Experience, yang dianggap sebagai salah satu karya utamanya. Pragmatism (1907) lebih jauh mengeksplorasi keyakinan filosofisnya.

A Pluralistic Universe (1909) terbukti menjadi karya besar terakhirnya yang diterbitkan selama masa hidupnya. Tahun berikutnya, dia pergi ke rumah musim panas keluarganya di Chocorua, New Hampshire. Di sana ia meninggal karena gagal jantung pada tanggal 26 Agustus 1910.

Kehidupan pribadi

James menikahi Alice Howe Gibbens pada tahun 1878. Pasangan tersebut memiliki lima anak – Henry, William, Herman, Margaret Mary dan Alexander. James terpukul saat ia dan istrinya kehilangan putra mereka Herman akibat komplikasi batuk rejan pada usia 2 tahun.

 

Source

http://www.biography.com/people/william-james-9352726

Penerjemahan Berbantuan Komputer #

Study Abroad in South Korea


If you study abroad in South Korea, you will find a country caught up in a whirlwind of innovation- nowhere is this more evident than in the attitude of the South Koreans themselves. The South Korean people are full of an indomitable energy that saturates their cities and their towns. Seoul, South Korea’s most modern city, is a bustling metropolis filled with spirited people and ideas. There is no end to the activities Seoul offers to students and locals alike.

Further south, the port town of Busan is captivating in its wide array of beaches and fish markets. Students who travel to the city of Daegu can escape the bustle of Seoul and enjoy the countryside pace there. Although few travelers explore the countryside in South Korea, those who are willing to partake in the journey will find themselves walking among serene temples and majestic mountains.

Those who study abroad in South Korea will discover an adventure filled with endless opportunity. South Korea’s vibrant diversity and rich tradition make it an ideal setting for students wishing to develop their own sense of self. The country offers a plethora of celebrated universities, and those who study abroad in South Korea will be able to expand their knowledge in a variety of different fields. South Korea’s infectious optimism will inspire students to promote greater change even after their stay is done. South Korea is an adventure waiting to happen for any student willing to take the plunge! Check out these exciting programs and begin your journey.

https://www.gooverseas.com/study-abroad/south-korea

Google Translate


Jika Anda belajar di luar negeri di Korea Selatan, Anda akan menemukan sebuah negara terjebak dalam angin puyuh inovasi- tempat ini lebih jelas daripada dalam sikap Korea Selatan sendiri. Orang-orang Korea Selatan yang penuh energi gigih yang jenuh kota dan kota-kota mereka. Seoul, kota Korea Selatan yang paling modern, adalah kota metropolis yang ramai dipenuhi orang-orang yang berjiwa dan ide-ide. Tidak ada akhir untuk kegiatan Seoul menawarkan kepada mahasiswa dan penduduk lokal yang sama.

Lebih jauh ke selatan, kota pelabuhan Busan yang menawan dalam array yang luas dari pantai dan pasar ikan. Siswa yang melakukan perjalanan ke kota Daegu dapat melarikan diri dari hiruk pikuk Seoul dan menikmati kecepatan pedesaan di sana. Meskipun beberapa wisatawan menjelajahi pedesaan di Korea Selatan, mereka yang bersedia untuk mengambil bagian dalam perjalanan akan menemukan diri mereka berjalan di antara candi tenang dan gunung agung.

Mereka yang belajar di luar negeri di Korea Selatan akan menemukan sebuah petualangan yang penuh dengan kesempatan yang tak ada habisnya. Korea Selatan keragaman hidup dan tradisi yang kaya membuat pengaturan yang ideal untuk siswa yang ingin mengembangkan rasa mereka sendiri diri. Negara ini menawarkan sejumlah universitas terkenal, dan mereka yang belajar di luar negeri di Korea Selatan akan dapat memperluas pengetahuan mereka dalam berbagai bidang yang berbeda. optimisme menular Korea Selatan akan menginspirasi siswa untuk mempromosikan perubahan yang lebih besar bahkan setelah mereka tinggal dilakukan. Korea Selatan adalah sebuah petualangan yang menunggu untuk terjadi untuk setiap siswa bersedia untuk mengambil risiko! Periksa program-program yang menarik dan memulai perjalanan Anda.

Edited


Jika anda belajar di luar negeri, tepatnya Korea Selatan, anda akan menemukan bahwa anda terjebak dalam negara dengan inovasi bagaikan angin puyuh- tempat ini lebih jelas daripada sikap masyarakat Korea Selatan itu sendiri. Masyarakat Korea Selatan sangat penuh energi dan gigih memenuhi kota mereka. Seoul, kota paling modern di Korea Selatan, merupakan kota metropolis yang ramai dengan dipenuhi orang-orang yang bersemangat dan berwawasan. Tidak ada habisnya aktivitas Kota Seoul yang ditawarkan kepada pelajar dan juga penduduk lokal.

Lebih jauh ke Selatan, kota pelabuhan Busan menawan dengan array yang luas di pantai dan pasar ikan. Pelajar yang melakukan perjalanan ke kota Daegu dapat melarikan diri dari hiruk pikuk kota Seoul dan menikmati jalanan pedesaan disana. Meskipun beberapa wisatawan menjelajahi pedesaan di Korea Selatan, mereka yang bersedia untuk mengambil bagian dalam perjalanan akan menemukan diri mereka sendiri berjalan di antara candi tenang dan gunung agung.

Mereka yang mengenyam pendidikan di Korea Selatan akan menemukan sebuah petualangan yang penuh dengan kesempatan yang tak ada habisnya. Keragaman hidup Korea Selatan dan tradisi yang kaya membuat pengaturan yang ideal bagi pelajar yang ingin mengembangkan kesadaran diri mereka sendiri. Negara ini menawarkan sejumlah universitas terkenal, mereka yang mengenyam pendidikan di luar negeri, di Korea Selatan akan dapat memperluas pengetahuan mereka dalam berbagai bidang yang berbeda. Korea Selatan menularkan optimisme yang akan menginspirasi siswa untuk mempromosikan perubahan yang besar bahkan setelah mereka sudah menetap. Korea Selatan merupakan sebuah petualangan yang menunggu untuk terjadi bagi setiap siswa yang bersedia mengambil resiko! Periksa program-program menarik dan mulailah perjalanan anda.

APAKAH E-LEARNING ITU?

APAKAH E-LEARNING ITU?

Di zaman serba modern seperti saat ini banyak sekali alternatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran salah satunya cara baru untuk belajar mengajar yaitu e-learning. Kini sudah banyak mahasiswa-mahasiswi hingga dosen sekarang mengetahui dan juga menggunakan sistem ini dalam aktivitas belajar mengajar mereka. Namun Sudah tahu kah anda e-learning itu apa? E-learning singkatan dari Electronic learning atau dalam bahasa Indonesia pembelajaran elektronik. E-learning merupakan sistem pembelajaran elektronik berbentuk teknologi informasi yang diterapkan dalam bidang pendidikan berupa website yang dapat diakses di mana saja dengan memanfaatkan internet.

Dalam arti luas e-learning dapat mencakup pembelajaran yang dilakukan dengan memanfaatkan media elektronik dan juga internet baik itu secara formal maupun informal. Secara formal e-learning merupakan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah ditentukan oleh pihak-pihak terkait. Biasanya pembelajaran jarak jauh yang telah dikelola dan diatur oleh pihak universitas atau juga dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang menyediakan fasilitas e-learning. Sedangkan secara informal dapat dilakukan dengan lebih sederhana, misalnya dengan sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi dan organisasi untuk mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan sampai keterampilan tertentu kepada masyarakat luas.

Tentunya dengan sistem pembelajaran yang baru ini mempunyai beberapa manfaat. Manfaat e-learning diantaranya adalah (1) Efisiensi biaya, e-learning sangat memberi efisiensi biaya baik bagi administrasi penyelenggara maupun bagi pembelajar. Efisiensi biaya bagi administrasi penyelenggara adalah efisiensi penyediaan sarana dan juga fasilitas fisik untuk belajar, sedangkan bagi pembelajar ialah hemat biaya transportasi dan akomodasi. (2) Fleksibel, artinya e-learning memberi kemudahan dalam memilih waktu dan juga tempat untuk mengakses pelajaran. Dan (3) Belajar mandiri, e-learning memberi kesempatan kepada pembelajar untuk mengendalikan suatu keberhasilan proses belajar dengan mandiri.

Referensi :

Pengertian E-Learning Karakteristik dan Manfaat E-Learning terlengkap

http://e-dufiesta.blogspot.co.id/2008/06/pengertian-e-learning.html?m=0

BAB XIII KOMUNIKASI DALAM TULISAN

BAB XIII

KOMUNIKASI DALAM TULISAN

13.1 PENULISAN KABAR ATAU BERITA

Dalam penulisan berita hendaknya informasi yang didapat mencakup pertanyaan 5W + 1H atau siapa, apa, kapan, dimana, mengapa dan bagaimana. Disusun dengan gaya penulisan piramida terbalik.

13.2 PENULISAN PESAN PESAN PERSUASIVE

Menulis pesan persuasive dilakukan guna memberikan pengaruh kepada audiens. Biasanya pesan pesan yang disampaikan dapat meyakinkan audiens.

13.3 KORESPONDESNSI (SURAT MENYURAT)

Surat menyurat juga dikenal dalam dunia bisnis. Surat merupakan sarana penyampaian pesan dari satu orang kepada orang lain. Bentuk surat dapat serupa surat konvensional (ditulis di atas kertas) maupun surat elektronik (email). Bahasa yang digunakan itu, formal, semi formal dan informal. Surat terbagi menjadi tiga, yaitu : surat pribadi, surat dinas, dan surat bisnis. Contoh bagian-bagian surat formal yaitu ada, kepala surat, tanggal, nomor, lampiran, hal, alamat yang dituju, salam pembuka, paragraph pembuka, paragraph isi, paragraph penutup, salam penutup, tanda tangan, nama terang, tembusan, dan inisial.

 

 

Sumber :

  • Djoko Purwanto, 2003, Komunikasi Bisnis, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  • Curtis, Dan B;Floyd, James J;Winsor, Jerry L, 1999, Komunikasi Bisnis dan Profesional, Penerbit Remaja Rosda Karya, Bandung.
  • Guffey,Mary Ellen; Rhodes, Kathleen; Rogin, Patricia,2006, Komunikasi Bisnis : Proses dan Produk Buku 1 dan 2, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

BAB XI KOMUNIKASI LISAN DAN NEGOSIASI

BAB XI

KOMUNIKASI LISAN DAN NEGOSIASI

11.1 KOMUNIKASI LISAN DALAM RAPAT

Di dalam pertemuan dan rapat setiap peserta harus menyadari posisinya dalam forum tersebut. Tiap peserta hendaknya:

– Mampu berkomunikasi secara jujur, terbuka dan bertanggung jawab.

– Mampu berperan sebagai komunikator yang berpartisipasi aktif namun tidak memonopoli pembicaraan.

– Mampu berperan sebagai komunikan yang sangat responsive namun tidak emosional.

– Mampu berperan sebagai penyelaras yang sangat bijaksana dan adil namun tidak kehilangan pendirian.

– Mampu mengendalikan diri, dan menghindarkan terjadinya debat serta tidak berbicara bertele-tele.

11.2 KOMUNIKASI LISAN DALAM WAWANCARA

Bahasa Tubuh menjadi salah satu keberhasilan Anda mendapatkan Kesempatan Kerja pada saat Proses Wawancara berlangsung.  Proses Wawancara adalah bagian terpenting dalam serangkaian proses seleksi maupun asessment bagi Anda. Wawancara melibatkan interaksi langsung dengan pewawancara, untuk itu, Anda juga perlu memperhatikan komunikasi non-verbal.  Apakah yang perlu dipersiapkan dalam Rangkaian Komunikasi Non Verbal ini, sehingga Rangkaian Wawancara menjadi sebuah Keyakinan Kuat dalam Proses Mencari Kerja atau Pengembangan Karir Profesional Anda.

Penampilan
Anda perlu berpenamilan Rapid an Tampak Profesional.  Tidak harus mengenakan Blazer atau Jas, namun cukup dengan Kemeja dan Celana yang Pas dan Nyaman di Badan Anda.  Pakaian yang Bersih, Rapi dan Wangi akan membangkitkan Percaya Diri Anda dalam Interaksi nanti.

Jabat Tangan

Jabat Tangan dengan erat tanpa Tenaga Berlebih atau Cenderung Lemas, yang akan menunjukkan Semangat dan Gairah Anda bertemu Pewawancara dan Menghadapi Rangkaian Wawancara.  Pada saat inilah Anda mula membangun Kontak Mata yang Jujur dan Tulus.

Kontak Mata

Setelah bertemu dan berjabat tangan, maka Anda usahakan agar terjadi Kontak Mata yang wajar dan luwes.  Kontak Mata adalah Usaha Anda membangun Interaksi Sosial yang Hangat dan Profesional.

Gesture Badan

Ciptakan suasana Rileks dan Santai agar Anda tidak Tegang dan Stress dalam sesi Wawancara ini.  Kebiasaan Anda bukan berarti harus dihilangkan, namun Anda perlu melakukan Kontrol Diri karena momen Wawancara merupakan kondisi yang akan dinilai semua aspek terkait.

Sikap Sopan

Tetap jaga sikap Anda, walau harus melalui tahapan Test terlebih dahulu yang cukup menyita waktu dan tenaga, sebelum sesi wawancara berlangsung.  Kontrol Emosi dan Perasaan Anda pada saat bertemu Pewawancara

Senyum
Tidak mudah untuk Senyum dalam kondisi Lelah dan Letih setelah Test.  Namun Anda dapat dengan berlatih melenturkan Otot Pipi dan Rahang agar proses panjang berlangsung Nyaman dan Rileks bagi kedua pihak.  Senyuman member suasana tenang bagi Anda dan Pewawancara.

Jarak Tubuh

Jangan berhadapan terlalu condong atau terlalu jauh, atau Anda membentuk sudut dalam komunikasi dua arah ini.  Usahakan tetap memberikan Jarak dengan Pewawancara sehingga Suara dan Korelasi berlangsung intens.

Suara Jelas

Selain Bahasa Tubuh, Suara Anda perlu terdengar jelas dan tidak terkesan Berbisik atau Berteriak.  Anda perlu berlatih mengatur Intonasi , Nada dan Volume Suara, sehingga jika pewawancara merekamnya untuk dipelajari lebih lanjut, maka Anda telah memberikan yang terbaik dari potensi Anda.

Perbincangan
Tidak Sulit untuk melakukan Percakapan dengan Teman Kerja atau Rekan Bisnis.  Namun pada saat Wawancara dimana Anda merasa sebagai Pihak Yang Mencari, tentu sedikit banyak akan terasa Kikuk dan Kaku dalam menjalaninya.  Coba banyak berlatih Mengatur Intonasi Suara, Bahasa Tubuh, sehingga Anda tanpa sadar melakukan Wawancara Bak Percakapan sehari-hari dalam Pekerjaan.

Hindari Pertentangan

Wawancara adalah Usaha Anda menjual diri dengan Pengalaman dan Kompetensi yang dimiliki.  Pada saat ini Anda akan ditantang dengan sebuah Pertanyaan dan Kasus, namun jika Anda memaksakan diri dengan sebuah Performa yang dibuat-buat akan dapat timbul pertentangan.  Jujurlah dalam menjawab, dan jika memang Anda tidak Tahu maka ucapkan Tidak Tahu, tanpa mencari-cari cara untuk Tampak Tahu.

11.3 KOMUNIKASI LISAN DALAM BERNEGOSIASI

  1.  Proactive Comunication .Komunikasi yang diambil adalah komunikasi yang proaktif bukan yang reaktif.

Contoh kata-kata reaktif : tapi kan.. , hal itu buruk sekali.., kamu berpendapat salah, aku kan benar, hal itu tidak logis, ah itu hanya kata-kata klise, hal itu hal yang terpaksa, hal itu takkan pernah bisa.

Contoh kata-kata proaktif : sebaiknya bagaimana?, ada baiknya jikalau hal itu kita minimalisasikan, mudah-mudahan pendapatku ini lebih baik dari yang tadi, mari kita cari solusi yang terbaik, pasti kita akan menemukan jalan lain, aku memilihnya, aku meyakininya, yuk kita telaah lebih dalam.

  1.  Find the word. Berlatihlah untuk mendapatkan kata-kata tepat yang tidak membuat orang lain bingung dengan keambiguan , misalnya ada sebuah kalimat “kedudukan tinggi termostat berapa?” pertanyaan ini ada dua pengertian yang pertama suhu yang kedua tinggi termostatnya.
  2. Avoid debate, karena perdebatan timbul dikarenakan perkataan kita yang membingungkan, ataupun kata-kata kita yang tidak dipahami oleh lawan kita. Berhenti sejenak, persilahkan mereka berbicara, akui apabila kita berbicara yang salah, tanpa pembenaran, lalu kita klarifikasi ke arah kata-kata yang benar.
  3. Explain before bargain, penawaran dilakukan setelah orang tersebut paham. Orang paham tidak selalu setuju, minimal orang yang paham memiliki kata-kata kita, walaupun tidak setuju.   Sebaiknya setelah paham  tariklah menuju daerah persetujuan dengan proses penawaran keinginan kita.
  4. Creative learning:
  • Mendengarkan Dengan visible atau invisible comunication: Mendengarkan dengan mata, hati dan telingamu, mendengarkan dengan telinga saja tidak cukup karena hanya 7 % komunikasi yang terkandung dalam kata-kata yang diucapkan, yang selebihnya berasal dari bahasa tubuh (53 %) dan dengan nada/ perasaan adalah 40%.
  • Mendengarkan apa yang tidak diucapkan, biasanya seluruh perkataan yang disampaikan orang lain belum tentu apa yang tersembunyi dalam hatinya, maka dengarlah lebih jauh maksud hatinya (tidak dengan spekulasi, bisa dilihat dengan gerak-gerik ataupun cara bicara mereka). (simulasi konsentrasi “sama”)
  • Selami perasaan mereka, berusahalah memekai kacamata mereka, agar paham apa yang mereka lihat ataupun yang mereka rasakan. Misalnya, jikalau mereka memakai kacamata dengan kaca hijau , maka kita berusaha untuk merasakan bagaimana rasanya memakai kaca mata hijau. Kalau kita tetap bersikeras pada saat itu mempertahankan kacamata yang berbeda maka yang terjadi adalah konflik. Sewaktu kita menyampaikan sesuatu yang berat maka rasakanlah  jikalau kita menjadi mereka, dan mendapatkan informasi yang sama beratnya. Tetapi dalam hal ini bukan berarti kita tidak menyampaikannya . Maksimalkan seluruh potensi perasaan kita terhadap mereka itu yang lebih penting, dengan demikian kita memiliki waktu yang tepat untuk menyampaikan informasi yang berat tersebut. (simulasi ganda gambar)
  • Bersikaplah seperti cermin, cermin kan tidak menghakimi. Cermin tidak memberikan nasihat. Cermin hanya memantulkan. Bersikap seperti cermin maksudnya mengulangi kata-kata sendiri bukan mengulangi kata-kata yang sama, mengulangi maknanya, bukan mengulangi kata-perkata, disinilah akan terasakan keajaiban komunikasi  dari hasil creative learning (perlu dicoba).

Contoh meniru :

“Wah Ridwan sekarang aku benar-benar gak konsen di kampus”

“Kamu bener-bener  lagi gak konsen di kampus ya… “

“Nilaiku semua parah.”

“Kamu lagi dapetin nilai parah ya….”

“Kamu ini gimana sih wa selalu meniru apa yang gw katakan, kesal gw ama kamu ..”

Contoh Menjadi cermin:

“Wah Ridwan sekarang aku bener-bener gak konsen di sekolah “

“Kamu lagi banyak pikiran ya..”

“Iya nih aku lagi banyak pikiran di  sekolah, urusan ini itu wah pokoknya pusing, dosennya rese lagi “

“kamu lagi kesal ya..”

“Gimana gak kesal coba, udah tahu aku lagi banyak pikiran, orang tuaku ngomel melulu lagi karena nilaiku parah, ah gimana nih aku bingung???”

Setelah ada kata-kata pertanyaan solusi baru kita  boleh menasehatinya.

(boleh dicoba)

Ungkapan bahasa cermin :

  • “yang saya tangkap, kamu merasa bahwa …, betul tidak yaa?”
  • “Jadi yang saya lihat ini…”
  • “Saya mengerti bahwa kamu merasa …”

Ungkapan yang harus dihindari :

Ketika teman Ridwan berkata tentang kedaan nilai serta keadaan              dikampusnya :” “Wah Ridwan sekarang aku bener-bener gak konsen di sekolah “

“Tolong ambilkan Buku itu dong “ (mengawang-awang)

“Kedengarannya bagus : (pura-pura mendengarkan)

“Bicara masalah teman kita si Ujang..”(Mendengarkan secara selektif)

“Kamu kurang berusaha kali “ (menghakimi)

“Nilaimu ada masalah ?” (menggali)

  1. Power of sound, Memakai nada kuat maupun nada lemah. Kapan kita menggunakan nada kuat, kapan kita memakai nada lemah, biasanya nada kuat untuk menandakan kata-kata penting dalam sebuah kalimat, misalnya sebuah dalil quran, pepatah, dll. Usahakan untuk yang selain itu memakai nada lemah (halus). Untuk menandakan point yang dituju dalam sebuah nasihat , contoh

“Aku tidak bilang kamu punya masalah sikap”

Aku tidak bilang kamu punya masalah sikap”

“ Aku tidak bilang kamu punya masalah sikap”

  1. Use Sosiosentrik less egosentrik, Kadang kita memiliki ilmu dengan kata-kata yang tinggi, maka hal itu akan menyebabkan egosentrik kalau tidak sesuai dengan keadaan, tetapi pakailah kata-kata sosiosentrik yang memasyarakat, dengan kondisi lawan bicara, baik berupa dalil-dalil, maupun hal-hal yang lainnya.
  2. Equipt something good, dalam berbicara kita sodorkan apa yang dia senangi, misalnya makanan kecil, dll

Sumber :

  • Djoko Purwanto, 2003, Komunikasi Bisnis, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  • Curtis, Dan B;Floyd, James J;Winsor, Jerry L, 1999, Komunikasi Bisnis dan Profesional, Penerbit Remaja Rosda Karya, Bandung.
  • Guffey,Mary Ellen; Rhodes, Kathleen; Rogin, Patricia,2006, Komunikasi Bisnis : Proses dan Produk Buku 1 dan 2, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

BAB IX PRESENTASI BISNIS

BAB X

PRESENTASI BISNIS

9.1 PERSIAPAN DASAR PRESENTASI BISNIS

Persiapan dasar menjelang presentasi :

  1. Penguasaan terhadap topik atau materi yang akan dipresentasikan.
  2. Penguasaan berbagai alat bantu presentasi dengan baik.
    3. Menganalisis siapa yang akan menjadi audiens/peserta presentasi.
    4. Menganalisis berbagai lingkungan lokasi atau tempat untuk presentasi.

9.2 PENGGUNAAN ALAT BANTU DALAM PRESENTASI

  • Papan tulis hitam dan putih (blacboard & whiteboard)

Merupakan salah satu alat bantu presentasi yang sudah cukup lama, dan kini alat  bantu tsb relatif jarang digunakan. Sarana ini cocok untuk kegiatan seperti lokakarya, briefing, rapat maupun diskusi

  • Flip Charts

adalah sebuah papan yg dilengkapi dgn lembaran-lembaran kertas berukuran  penuh. Apabila lembar kertas sudah penuh, maka dpt dimembuka lembar kosong selanjutnya atau menyobeknya.

  • Transparansi overhead project

nampaknya merupakan alat bantu presentasi yang cukup populer bagi para  pembicara. Diberbagai belahan dunia seperti Amerika Serikat, Inggris, Australia dan kanada. Dengan semakin meluasnya teknologi komputer, maka semakin banyak yg dapat memanfaatkan kemampuan komputer untuk membuat tampilan grafik, gambar, bagan dsb.

  • Papan tulis elektronik

Papan tulis elekronik memiliki motor elektronik untuk menggulung layar sehingga muncul bagian bersih yang baru dan seterusnya

  • Video cassete recorder (vcr)

Video cassete recorder (perekam kaset video) dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan persentase bisnis . anda dapat merekam berbagai program  pelatihan atau kegiatan kegiatan tertentu sebagai bahan study kasus dalam format kaset video . kaset video memiliki tiga macam format yaitu : PAL, NTSC, SECAM

  • PANEL LCD

Panel liquid crystal display (LCD) memiliki kesamaan dengan layar komputer  jenis laptop yakni transparan , untuk dapat beroperasi layar LCD dihubungkan dengan port monitor bagian belakang komputer yang bertindak seperti layar komputer dan bertindak seperti layar komputer biasa yang menayangkan data atau gambar.

  • Proyektor LCD

Proyektor LCD (liquid crystal display) merupakan salah satu alat bantu persentasi yang banyak di gunakan oleh organisasi atau lembaga bisnis maupun non bisnis . dalam perkembangannya , proyektor LCD dari waktu ke waktu mengalami  perkembangan yang semakin baik . perkembangannya dapat dilihat dari produk atau tau tampilan produk yang semakin menarik dan ramping. Proyektor LCD ini baru dapat berfungsi dengan baik apabila dihubungkan dengan Personal Computer (PC) baik dalam bentuk komputer jinjing (portabel computer) maupun komputer meja (desktop komputer)

9.3 MENGANALISIS AUDIENS

Pembicara setidaknya mencari tahu tentang audiens seperti :

– Siapa audiensnya?
– Apa yang diinginkan audiens?
– Di mana pembicara akan melakukan presentasi?
– Kapan melakukan presentasi?
– Mengapa melakukan presentasi?
– Bagaimana melakukan presentasi?

9.4 MEMPERSIAPKAN DIRI DAN MENTAL

Demam panggung, gugup, gerogi, malu berbicara di hadapan publik adalah hal yang biasa terjadi. Namun bagi pemimpin, baik itu di organisasi besar maupun organisasi kecil, harus bisa membiasakan diri dengan tampil di depan umum atau setidaknya tahu apa saja yang harus dilakukan saat tiba-tiba gugup. Berikut ini adalah hal-hal yang biasa terjadi saat akan melakukan presentasi dan bagaimana caranya agar bisa dikendalikan:
– Gemetar: tangan dan mulut yang gemetaran bukanlah disebabkan oleh adanya rasa takut. Itu merupakan suatu proses homeostatic dari badan yang membuang kelebihan energi. Janganlah mencoba mengendalikan proses ini dengan mencengkeram mimbar atau memasukan tangan ke dalam saku. Apabila hal itu terjadi, sebenarnya akan semakin memperparah masalah. Gunakan kelebihan energi tersebut secara positif dengan melakukan gerakan tubuh yang termotivasi oleh apa yang sedang disampaikan kepada audiens. Biarkan gerakan-gerakan itu terjadi secara wjar.
– Bicara terpus-putus: jika saat presentasi bisnis seorang pembicara kehilangan urutan pemikiran atau terputus-putus, sebaiknya lepaskan kontak mata dengan audiens, ambil nafas dalam-dalam, hembuskan nafas secara perlahan-lahan, sambal melihat catatan-catatan kecil. Selanjutnya, fokuskan perhatian pada apa yang sedang disampaikan, dan bukannya apa yang terlupakan.
– Mulut kering: jika pada saat pembicara melakukan presentasi bisnis dan terasa mulut kering, sebaiknya segera minta disediakan segelas air minum dengan cara langsung atau tidak langsung. Hindari mengunyah permen atau sejenisnya karena dapat mengganggu artikulasi (pengucapan kata) dan dapat tertelan tanpa sengaja.
– Ternggorokan tersumbat: belajarlah menguap diam-diam sambil tundukan kepala, katupkan bibir, buka bagian belakang tenggorokan, dan Tarik udara masuk lewat hidung. Cara tersebut merupakan salah satu bentuk latihan untuk melepaskan ketegangan yang terbentuk dalam tenggorokan.
– Tersengal-sengal: tundukan kepala dan alihkan focus dari audiens. Lipatkan lengan kiri menyilang bagian bawah perut, kendurkan bahu, Tarik nafas dalam-dalam ke bagian bawah perut, dan hembuskan nafas perlahan-lahan lewat bibir.

Sumber :

  • Djoko Purwanto, 2003, Komunikasi Bisnis, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  • Curtis, Dan B;Floyd, James J;Winsor, Jerry L, 1999, Komunikasi Bisnis dan Profesional, Penerbit Remaja Rosda Karya, Bandung.
  • Guffey,Mary Ellen; Rhodes, Kathleen; Rogin, Patricia,2006, Komunikasi Bisnis : Proses dan Produk Buku 1 dan 2, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

BAB VIII PERENCANAAN LAPORAN BISNIS

BAB VIII

PERENCANAAN LAPORAN  BISNIS

8.1 PENGERTIAN DAN JENIS LAPORAN BISNIS

Pengertian

Laporan bisnis adalah suatu laporan yang memiliki sifat netral, tidak memihak, memiliki tujuan yang jelas dan berisi rencana penyajian fakta kepada seseorang atau lebih untuk tujuan bisnis tertentu.

Menurut Herta A. Murphy Laporan Bisnis adalah suatu laporan yang memiliki sifat netral, tidak memihak, memiliki tujuan yang jelas, dan berisi rencana penyajian fakta kepada seorang atau lebih untuk tujuan bisnis tertentu.

Menurut Himstreet Laporan Bisnis adalah suatu pesan-pesan objektif yang disusun secara teratur dan digunakan untuk menyampaikan informasi dari suatu bagian organisasional atau dari satu institusi atau lembaga kelembaga yang lain guna membantu pengambilan keputusan atau pemecahan masalah.

Jenis

  1. Laporan memorandum: laporan yang menggunakan format memo yaitu mencantumkan kepada, dari, subjek, dan tanggal.
  2. Laporan surat: laporan yang menggunakan format surat dengan kepala surat, yang di dalamnya berisi alamat, salam pembuka, penutup, tanda tangan, dan referensi.
  3. Laporan dalam bentuk cetakan: mempunyai judul yang sudah tercetak, instruksi, dan baris-baris kosong.
  4. Laporan formal: biasanya lebih panjang daripada laporan informal.

8.2 BAGIAN POKOK DALAM LAPORAN BISNIS

  1. Pendahuluan
  • Pemberi kuasa
  • Layout atau rencana presentasi
  • Masalah
  • Maksud penulisan laporan
  • Ruang Lingkup
  • Metodologi
  • Sumber-sumber primer atau sekunder
  • Latar belakang
  • Definisi istilah
  • Keterbatasan
  • Rekomendasi
  1. Isi teks (laporan)
  2. Penutup
  • Rangkuman
  • Kesimpulan
  • Rekomendasi
  • Rencana tindakan
  • Proposisi

8.3 PENGORGANISASIAN ISI DALAM LAPORAN BISNIS

Ada 2 cara yang dapat digunakan untuk menyusun isi laporan bisnis yaitu cara deduksi (langsung) dan cara induksi (tak langsung).

  1. Cara Deduksi

Menyampaikan ide pokok dan rekomendasi terlebih dahulu,setelah itu baru dijelaskan hal – hal yang rinci.Digunakan pada kriteria pembaca:

  1. Esekutif yang sibuk,ingin berita segera,
  2. Ingin mengetahui berita baik atau informasi netral,
  3. Ingin menganalisa data dengan baik ketika analisa laporan berada diawal.
  4. Cara induksi

Menjelaskan fakta – fakta yang ada terlebih dahulu,kemudian memberikan ide pokok, kesimpulan dan rekomendasi.Digunakan pada kriteria pembaca:

  1. Ingin mengetahui penjelasan secara rinci terlebih dahulu,
  2. Ingin mengetahui kesimpulan yang kurang menyenangkan,
  3. Perlu membaca laporan secara keseluruhan bukan awalnya saja.

8.4 PENULISAN LAPORAN SINGKAT

Dalam laporan singkat, hanya mengutamakan isi dari laporan tersebut. Laporan singkat biasanya berupa memo atau surat sepanjang dua halaman. Bentuk umum dari laporan singkat adalah pembuka, hasil temuan, bahasan, dan penutup.

8.5 MEMBUAT LAPORAN BISNIS YANG BAIK

Laporan bisnis yang baik mencakup tiga hal, yaitu:

  1. Informasi yang akurat
  2. Isi menunujukkan suatu pertimbangan yang baik dari penulis
  3. Format, style, dan organisasi sesuai dengan kebutuhan pembaca

 Sumber :

  • Djoko Purwanto, 2003, Komunikasi Bisnis, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  • Curtis, Dan B;Floyd, James J;Winsor, Jerry L, 1999, Komunikasi Bisnis dan Profesional, Penerbit Remaja Rosda Karya, Bandung.
  • Guffey,Mary Ellen; Rhodes, Kathleen; Rogin, Patricia,2006, Komunikasi Bisnis : Proses dan Produk Buku 1 dan 2, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.